
Kendari, Juni 2026 – Di balik setiap pasien gagal ginjal yang berjuang mempertahankan hidupnya, ada harapan besar agar pelayanan hemodialisa semakin dekat, mudah diakses, dan berkualitas. Menjawab kebutuhan tersebut, RS PMI Sultra mengambil langkah nyata memberangkatkan tiga perawat terbaiknya, yakni Sri Amelia, S.Kep., Ns, Ridwan, Amd.Kep, dan Nur Azizah, S.Kep., Ns, untuk mengikuti pelatihan khusus dialisis di RSUP Prof. DR. R. D. Kandou Manado sebagai bagian dari persiapan pembukaan Poli Hemodialisa.
Melalui pesan WhatsApp, Amel yang juga merupakan Kepala keperawatan RS PMI SULTRA mengungkapkan rasa terimakasih kepada RS PMI SULTRA dan kerinduannya pada keluarga :
“Terima kasih kepada keluarga tercinta yang tetap setia menunggu kami pulang, dan terimakasih pula kepada RS PMI Sultra yang telah memberi kepercayaan serta kesempatan berharga ini; kami berangkat membawa rindu, tetapi juga membawa tekad untuk pulang dengan ilmu yang kelak bermanfaat bagi lebih banyak kehidupan.”, ungkap pengantin baru ini penuh haru.
Pelatihan berlangsung selama tiga bulan, dan ketiganya dijadwalkan kembali bertugas pada 14 Agustus 2026.
Keputusan ini bukanlah langkah yang sederhana. Di tengah berbagai tantangan dunia kesehatan, RS PMI Sultra memilih berinvestasi pada manusia. Rumah sakit tidak hanya menuntut tenaga kesehatan untuk berkembang, tetapi juga hadir memberikan dukungan penuh dengan membiayai proses pendidikan dan pelatihan tersebut.
Komitmen ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas layanan tidak cukup hanya dengan membangun ruangan atau menghadirkan alat kesehatan modern. Pelayanan terbaik lahir dari sumber daya manusia yang kompeten, terlatih, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap keselamatan pasien.
Setiap hari, pasien gagal ginjal harus berjuang melawan penyakit yang tidak mengenal libur. Mereka membutuhkan layanan yang cepat, aman, dan dekat dari tempat tinggalnya. Karena itu, pembukaan Poli Hemodialisa bukan sekadar penambahan layanan baru, melainkan jawaban atas kebutuhan nyata masyarakat Sulawesi Tenggara.
Keberangkatan tiga perawat ini menjadi simbol keseriusan RS PMI Sultra dalam mempersiapkan layanan hemodialisa yang profesional. Mereka tidak hanya membawa nama institusi, tetapi juga membawa harapan ribuan masyarakat yang mendambakan akses layanan cuci darah yang lebih baik.
Hari ini tiga perawat berangkat untuk belajar. Kelak mereka akan kembali dengan ilmu, keterampilan, dan pengalaman baru untuk melayani lebih banyak pasien. Karena pada akhirnya, setiap investasi yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas tenaga kesehatan adalah investasi untuk menyelamatkan kehidupan manusia.
__Humas RS PMI Sultra__









