
Kendari – Menjelang libur panjang Idul Fitri 1447 Hijriah, kekhawatiran akan menurunnya stok darah kembali menjadi perhatian serius bagi layanan kesehatan. Namun Unit Donor Darah (UDD) PMI Sulawesi Tenggara memastikan bahwa ketersediaan darah masih dalam kondisi aman dan terkendali.
Tidak hanya menjaga kebutuhan darah bagi rumah sakit di Kendari dan sekitarnya, PMI Sultra bahkan menunjukkan solidaritas kemanusiaan dengan mengirimkan 73 kantong darah ke UTD PMI Baubau, yang membutuhkan tambahan stok untuk pelayanan pasien.
Langkah ini menjadi bukti bahwa pelayanan kemanusiaan tidak mengenal batas wilayah. Ketika satu daerah memiliki kelebihan stok sementara daerah lain mengalami kekurangan, koordinasi dan gotong royong antar unit PMI menjadi kunci penyelamat bagi banyak nyawa.
Direktur Unit Donor Darah PMI Sulawesi Tenggara, dr Erik Sam, M.Biomed menjelaskan bahwa periode menjelang Lebaran merupakan masa yang cukup rawan bagi ketersediaan darah. Aktivitas donor sukarela biasanya menurun karena banyak pendonor yang mudik atau fokus pada aktivitas keluarga, sementara kebutuhan darah di rumah sakit tidak pernah berhenti.
“Setiap tahun menjelang libur panjang seperti Lebaran, tantangannya hampir selalu sama. Jumlah pendonor menurun, tetapi kebutuhan darah tetap berjalan, bahkan kadang meningkat karena kasus kecelakaan atau pasien yang harus menjalani transfusi rutin,” ujarnya.
Karena itu, kata dia, UDD PMI Sultra terus melakukan berbagai langkah antisipatif sejak jauh hari. Mulai dari mengintensifkan kegiatan donor darah sukarela, memperkuat jejaring relawan, hingga membangun koordinasi dengan UTD PMI di berbagai daerah di Sulawesi Tenggara.
Ditemui di tempat terpisah, Kabag Pelayanan Darah UTD PMI SULTRA, Rivandy Fahmi Reza, A.Md.Kes mengungkapkan bahwa UTD PMI SULTRA berupaya memastikan pelayanan transfusi darah kepada masyarakat tetap berjalan optimal, terutama saat masa libur Lebaran ketika aktivitas donor darah cenderung menurun sementara kebutuhan darah di rumah sakit tetap tinggi.
“Momentum Lebaran seringkali membuat aktivitas donor darah menurun. Karena itu kami memastikan stok darah tetap stabil dan dapat membantu daerah lain yang membutuhkan. Pengiriman 73 kantong darah ke Baubau merupakan bentuk solidaritas kemanusiaan PMI. terdiri dari darah PRC A= 20 kantong, B= 20 kantong, O= 20 kantong dan AB= 5 kantong” ujar lelaki yang biasa disapa Vandy ini.
Darah yang dikirim telah melalui proses pemeriksaan ketat sesuai standar keamanan transfusi, sehingga siap digunakan untuk pasien yang membutuhkan di berbagai fasilitas kesehatan di Kota Baubau.
Selain menjaga stok darah, PMI Sultra juga terus mengajak masyarakat untuk tetap melakukan donor darah secara sukarela, karena setetes darah yang disumbangkan dapat menjadi harapan hidup bagi pasien yang membutuhkan.
PMI Sultra optimistis dengan semangat kemanusiaan masyarakat, ketersediaan darah selama masa libur Lebaran akan tetap terjaga sehingga pelayanan kesehatan tidak terganggu.
“Donor darah adalah bentuk kepedulian paling nyata. Setiap kantong darah yang terkumpul bisa menyelamatkan nyawa sesama,” tutupnya.









