KENDARI – Setiap menit bisa berarti nyawa. Namun selama bertahun-tahun, ribuan keluarga di Sulawesi Tenggara harus berjibaku mencari kantong darah dengan cara lama: menelepon ke sana-sini, mengirim pesan berantai di grup WhatsApp, bahkan berdiri di depan pintu rumah sakit dengan kertas bertuliskan golongan darah yang dibutuhkan. Sistem konvensional ini terbukti cukup melelahkan. 

Mengakui kenyataan pahit itu, Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Sulawesi Tenggara, mencoba mengambil langkah besar dalam mengatasi krisis ketersediaan darah dengan menggandeng Relawan Sodarah, sebuah Ekosistem atau Gabungan Komunitas-komunitas Relawan Donor Darah yang telah memiliki ribuan Sukarelawan Aktif, yang berbasis digital, untuk merevolusi cara pencarian dan pengelolaan donor darah di wilayah yang selama ini tergolong rentan terhadap krisis ketersediaan darah.

“Krisis darah di Sultra bukan semata krisis jumlah pendonor. Ini adalah krisis koneksi, antara mereka yang ingin membantu dan mereka yang sangat membutuhkan pertolongan. Sistem konvensional yang bertumpu pada pendaftaran manual, komunikasi mulut ke mulut, dan basis data statis terbukti kurang mampu merespons lonjakan kebutuhan darah yang bersifat mendadak, seperti saat bencana alam, kecelakaan massal, atau pasien dengan kondisi kritis yang membutuhkan transfusi segera.”, ungkap dr Erik, Direktur UTD PMI SULTRA. 

Di sinilah Relawan Sodarah hadir sebagai mitra strategis. Komunitas ini tidak hanya membawa jaringan relawan aktif yang tersebar di berbagai penjuru Sultra, tetapi juga membawa sesuatu yang selama ini absen: infrastruktur digital yang dirancang khusus untuk mempertemukan pendonor potensial dengan kebutuhan darah secara cepat, terverifikasi, dan terorganisir.

Inovasi digital yang dikembangkan bersama ini diharapkan mampu mempersingkat waktu respons pencarian donor dari rata-rata puluhan jam menjadi hitungan jam, bahkan menit. Platform ini akan mengintegrasikan basis data pendonor aktif, sistem notifikasi berbasis lokasi, serta mekanisme verifikasi yang memastikan setiap permintaan dan respons donor berjalan dengan akuntabel.

Apa itu Kawan Sodarah?

Sodarah adalah ekosistem relawan donor yang menciptakan platform berbasis digital bernama SODARAH yang beroperasi aktif di Sulawesi Tenggara, dengan fitur utama mempertemukan pencari darah dengan pendonor secara real-time. Aktivitas pencariannya tercatat dari berbagai kabupaten/kota di Sultra. Aplikasi ini hadir sebagai jembatan teknologi yang penuh harapan. Melalui sistem ini, data stok darah di UTD PMI Sultra dapat diakses secara transparan dan tepat waktu. Inovasi ini memberikan kepastian bagi masyarakat bahwa bantuan medis tidak lagi terhalang oleh jarak dan birokrasi informasi yang lambat. Langkah digitalisasi ini diharapkan mampu meningkatkan angka donor sukarela secara signifikan di Sulawesi Tenggara.

Pihak UTD PMI SULTRA dan Para Founder SODARAH berharap, kerjasama antar dua lembaga ini dapat segera dimulai agar inovasi ini bisa menjadi secercah harapan baru bagi para pasien yang membutuhkan bantuan relawan donor.

_HUMAS_

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *