Kendari – Rumah Sakit PMI Sulawesi Tenggara kembali menggelar rapat evaluasi rutin sebagai bagian dari komitmen institusi dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan secara berkelanjutan. Rapat ini dipimpin langsung oleh Ketua Yayasan PMI SULTRA, drs Djamsir Nimu. Turut hadir dalam rapat tersebut sekretaris YPMI, Djamal S.Pd., M.Pd dan Direktur RS PMI Sultra, dr. Tri Tuti Hendarwati, Sp.OT, seorang pemimpin perempuan yang dikenal luas atas dedikasi, kerja keras, dan disiplin tinggi dalam mengelola institusi rumah sakit kebanggaan PMI ini.

Selaku seorang Pimpinan, dr. Tuti banyak mengeluarkan saran dan kritik konstruktifnya. Sebab baginya, ia bukan sekadar direktur, tapi ia adalah simbol komitmen. Dalam kesehariannya, ia dikenal sebagai figur yang tidak kenal setengah-setengah dalam bekerja. Kedisiplinan menjadi prinsip yang ia pegang teguh, sekaligus ia tularkan kepada seluruh jajaran staf dan karyawan RS PMI Sultra.

Rasa bangga terhadap institusi tempatnya berkhidmat pun tidak pernah ia sembunyikan. Bagi dr. Tuti, RS PMI bukan sekadar tempat bekerja, melainkan rumah yang harus dijaga, dibesarkan, dan dimajukan bersama.

“Saya ingin RS PMI SULTRA terus maju dan menjadi kebanggaan masyarakat Sulawesi Tenggara. Jika RS PMI gagal berkembang, maka itu berarti saya juga gagal sebagai seorang pemimpin “ ujar dr. Tuti dengan lapang dada.

Dalam rapat evaluasi kali ini, dr. Tuti menyoroti dua aspek utama yang menjadi perhatian serius untuk segera ditingkatkan.

Pertama, profesionalitas karyawan. Dr. Tuti menegaskan bahwa standar pelayanan kesehatan tidak boleh berhenti pada rutinitas. Setiap karyawan dituntut untuk terus mengembangkan kompetensi, menjaga etika profesi, dan memberikan pelayanan terbaik kepada setiap pasien tanpa terkecuali.

Kedua, alur komunikasi internal. Koordinasi antarunit dinilai perlu dibenahi agar informasi dapat mengalir lebih efektif dan efisien. Komunikasi yang baik, menurut dr. Tuti, adalah fondasi kerja tim yang solid dan pelayanan yang tidak terputus.

Sebagai seorang Direktur, dr Tuti menyampaikan rasa bangganya di forum tersebut sebab RS PMI SULTRA baginya begitu istimewa,

Fakta ini perlu digarisbawahi dengan tegas bahwa RS PMI hanya ada dua di seluruh Indonesia. Bukan puluhan, bukan ratusan. Hanya dua. Dan Sulawesi Tenggara adalah salah satunya.

Ini bukan sekadar statistik. Ini adalah pengakuan atas eksistensi sebuah institusi yang berdiri di atas fondasi nilai kemanusiaan, integritas, dan pengabdian tanpa batas. Keberadaan RS PMI Sultra di antara ribuan rumah sakit yang tersebar di seluruh nusantara menempatkannya pada posisi yang tidak hanya istimewa, tetapi juga penuh tanggung jawab moral kepada masyarakat luas.

Tidak sembarang institusi mampu memikul predikat ini. RS PMI Sultra membawanya dengan kepala tegak.

Di tengah tantangan dunia kesehatan yang kian kompleks, Rumah Sakit PMI Sulawesi Tenggara membuktikan diri sebagai institusi yang tidak pernah berhenti berbenah. Rapat evaluasi rutin yang digelar baru-baru ini bukan sekadar agenda formalitas, melainkan bukti nyata dari budaya kerja kritis, reflektif, dan berorientasi pada kemajuan yang telah mengakar kuat di institusi kebanggaan Sulawesi Tenggara ini.

“Nama PMI ada di seragam kita setiap hari. Pastikan kita layak memakainya,” tutup dr. Tuti dengan penuh ketegasan namun sarat makna.

— Humas RS PMI Sultra —

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *