Di tengah hiruk-pikuk kawasan industri yang tak pernah benar-benar tidur, kemanusiaan kembali menemukan jalannya. Tim Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Sulawesi Tenggara bersama PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) berhasil menghimpun 380 kantong darah melalui kegiatan donor darah yang melibatkan ratusan karyawan perusahaan.

Kegiatan donor darah ini menjadi bukti bahwa kawasan industri tak melulu soal produksi dan keuntungan. Ketika mesin-mesin bekerja tanpa henti, ada kesadaran kemanusiaan yang ikut bergerak. Para karyawan PT IMIP dengan sukarela meluangkan waktu dan tenaganya, menjadikan donor darah sebagai bentuk kepedulian nyata, bukan sekadar slogan.

Aksi ini bukan sekadar kegiatan sosial. Di kawasan yang selama ini identik dengan produksi, target, dan efisiensi, PT IMIP menunjukkan bahwa nilai kemanusiaan tidak pernah absen dari denyut industrinya. Ratusan karyawan dengan sukarela mendonorkan darah, memberikan sebagian dari dirinya untuk orang-orang yang bahkan tak mereka kenal, namun sangat membutuhkan.

PMI Sultra menurunkan 10 orang timnya dalam kegiatan ini. Mereka adalah :

  1.  Rajif Sastro Susanto S.Kep., Ners (Kabag Pelayanan Donor Darah UTD PMI SULTRA)
  2.  dr. Andi Khairul Anaam, M.Biomed
  3.  Deviliya Nanda O.M, A. Md.Kes
  4.  Minaltin, A. Md.Kep
  5.  Misrawati, AMG
  6.  Ilham Wahyudi, A. Md.Kep
  7.  Erik Bangun, A. Md.Kep
  8.  Sulwan, A. Md.Kep
  9.  Amrun Kali, A. Md.Kes
  10.  Hariyanto Rano (Kabag Gudang dan Logistik UTD PMI SULTRA)

“Donor darah bukan pilihan tambahan, tetapi kebutuhan mendesak. Apa yang dilakukan PT IMIP hari ini adalah contoh nyata bagaimana sektor industri bisa hadir langsung menyelamatkan nyawa,” ungkap Rajif Sastro sebagai Ketua Tim Rombongan PMI Sultra.

PMI SULTRA juga mengapresiasi langkah PT IMIP yang dinilai konsisten mendukung upaya kemanusiaan. Di saat banyak pihak masih menunggu momentum atau sekadar berbagi imbauan, PT IMIP memilih untuk bertindak. 380 kantong darah itu adalah bukti kepedulian yang nyata, bukan retorika.

PMI Sultra berharap langkah PT IMIP menjadi pemantik semangat bagi perusahaan lain, institusi, dan masyarakat luas. Donor darah bukan tentang siapa yang paling banyak memberi, tetapi tentang siapa yang mau hadir saat nyawa manusia dipertaruhkan.

Di tengah sunyinya kantong darah di banyak rumah sakit, 380 kantong dari PT IMIP adalah cahaya. Tidak menyelesaikan semuanya, tetapi cukup untuk mengatakan bahwa kemanusiaan masih hidup, selama ada yang mau bergerak, peduli, dan berbagi.

Karena pada akhirnya, industri yang besar bukan hanya yang mampu menghasilkan keuntungan, tetapi yang tak lupa mengalirkan harapan hidup bagi sesama.

__HUMAS PMI SULTRA__

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *