
Andai usia bisa protes, usia Om Jhon pasti sudah menyerah sambil angkat tangan. Andai KTP bisa mengomel, KTP Om Jhon mungkin sudah minta cuti panjang.
Di PMI Sulawesi Tenggara, Om Jhon bukan sekadar driver. Ia adalah fenomena alam, aset nasional, dan hampir-hampir keajaiban kemanusiaan yang belum sempat diteliti oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan dunia Persemangatan. Om Jhon adalah legenda hidup, mitos berjalan, dan bukti nyata bahwa angka di KTP bisa kalah telak oleh semangat kerja. Umurnya boleh bertambah tiap tahun, tapi langkahnya masih seperti baru lulus tes SIM kemarin sore.
Bayangkan: pagi hari, matahari masih mengucek mata, ayam jantan baru mau update status, Om Jhon sudah berdiri gagah dengan kunci ambulans di tangan. Bukan kunci biasa, itu tongkat sihir. Begitu diputar, mesin hidup, semangat naik, dan masalah hidup mendadak terasa bisa diatur nanti. Mesin mobil belum panas, Om Jhon sudah siap berangkat. Seolah-olah waktu yang takut dikejar olehnya.
Bus Operasional UTD PMI Sultra kalau sudah dipegang Om Jhon, rasanya beda. Mobilnya jadi lebih nurut, klaksonnya lebih sopan, dan jalanan macet seolah berpikir dua kali untuk menghalangi. Konon, lampu merah pernah hampir berubah hijau lebih cepat karena segan pada Om Jhon.
Soal usia, Om Jhon paling alergi.
Sekali ada yang bercanda, “Om, sudah tua mi,”
jawabannya langsung bikin mikir:
“Tua itu kalau sudah malas. Kalau masih mau kerja, berarti masih muda, cuma pengalamannya kebanyakan.”
Kemarin, saat tugas lapangan ke daerah seberang, naik kapal, hujan deras, ombak kencang. Dalam kondisi yang membuat manusia lain ingin rebahan sambil menyalahkan takdir, Om Jhon tetap tenang. Wajahnya santai. sambil melap muka yang terkena hempasan ombak, Seolah didepannya sedang tergeletak semangkok bakso, padahal kapal sudah miring kekiri dan ke kanan.
Yang membuat heran, syaraf sensorik penghantar capek seakan takut bergerak. Saat Orang lain minta istirahat, Om Jhon malah dengan santai bertanya, “Besok pagi dimana Jadwal Donor?”
Di PMI Sultra, Om Jhon bukan hanya mengantar darah, pasien, atau logistik.
Ia mengantar harapan, optimisme, dan kadang-kadang rasa minder bagi anak muda yang baru masuk kerja.Andai saja semangat bisa dijadikan energi alternatif, maka Om Jhon sudah bisa menerangi satu kecamatan.
Satu hal pelajaran yang bisa diambil dari Om Jhon:
Om Jhon tidak menolak tua karena takut menua.
Ia menolak tua karena belum ada waktu untuk lelah.
Salam hormat untuk Om Jhon, driver PMI Sultra yang membuktikan bahwa umur hanyalah angka. Umur boleh naik, tapi Om Jhon tetap melaju, tanpa rem, tanpa drama. 🚑🤣









