Kendari — Kalau senyum bisa diresepkan dokter, mungkin nama Rini sudah tertulis di setiap lembar resep pasien RS PMI Sulawesi Tenggara. Bukan karena ia apoteker semata, tetapi karena setiap kehadirannya selalu membawa kabar baik, tawa kecil, dan harapan yang hangat.

Nama Lengkapnya Waode Kamarini Kamara, lahir di Kendari 2 Mei 1996.

Di balik jas putih dan rak obat yang rapi, Rini adalah “obat tambahan” yang sering tak tertulis: humor tipis-tipis, empati tulus, dan semangat hidup. Pasien datang dengan wajah tegang, pulang sambil tersenyum, kadang sambil berkata, “Terima kasih, Bu Rini… rasanya sudah mendingan duluan sebelum minum obat.”

Rini yang merupakan Alumni Apoteker Universitas Haluoleo ini, punya kebiasaan kecil yang membuat banyak orang merasa dihargai. Ia menghafal wajah pasien langganan, menanyakan kabar keluarga, bahkan mengingat siapa yang suka lupa minum obat.

“Pak, obatnya diminum ya… jangan cuma rajin minum kopi. Nanti kopinya sehat, bapaknya tetap bandel,” candanya. Pasien pun tertawa, antrean terasa lebih singkat, dan suasana rumah sakit mendadak lebih manusiawi.

Namun di balik tawa itu, ada hati yang bekerja dengan penuh cinta. Rini tahu, tidak semua pasien datang dengan kondisi ringan. Ada yang membawa kecemasan, ada yang menahan sakit, ada pula yang diam-diam memendam takut. Maka ia memilih untuk hadir bukan hanya sebagai tenaga kesehatan, tetapi sebagai teman yang menguatkan.

Pernah suatu hari seorang pasien lansia menggenggam tangannya sambil berkata pelan, “Nak, terima kasih sudah selalu ramah. Kalau ketemu kamu, sakit rasanya agak lupa.”
Rini tersenyum, matanya sedikit berkaca-kaca. Baginya, kalimat sederhana itu lebih mahal dari penghargaan apa pun.

Di sela kesibukan meracik obat dan mengejar waktu, Rini tetap percaya satu hal: pelayanan terbaik lahir dari hati yang bahagia. Karena itu ia memilih untuk menularkan kebahagiaan, meski hanya lewat senyum kecil, sapaan hangat, atau candaan receh yang menghibur.

RS PMI Sultra bukan hanya memiliki apoteker yang profesional, tetapi juga seorang penjaga semangat, pembawa harapan, dan penyemai senyum di lorong-lorong pelayanan.

Karena terkadang, yang paling dibutuhkan pasien bukan hanya obat, melainkan rasa diperhatikan, didengar, dan dicintai sebagai sesama manusia ❤️

RS PMI Sultra bangga memiliki sosok seperti Rini — apoteker yang bukan hanya meracik obat, tetapi juga merawat harapan.

 

 

.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *